Guru Merdeka Belajar, Ikut Pelatihan Tanpa Berharap Insentif

Pada  hari Rabu, 3 Juli 2019 pukul 10.00  WIB, Komunitas Guru Belajar (KGB) Pesisir Selatan mengadakan Temu Pendidik  Daerah ke-9 bertempat di SDN 26 Painan Selatan kecamatan IV Jurai. TPD Pessel ke-9  ini memiliki kegiatan inti Nonton Bareng Guru Merdeka Belajar. Kegiatan TPD Pessel ke-9 ini di Moderatori  oleh saya sendiri Nofri Mayasril, sebagai salah satu calon penggerak dari KGB Pessel. Perkenalkan saya mengajar di SDN 03 Pelangai Gadang Ranah Pesisir, Pesisir Selatan. Kemudian pemandu nobar di pimpin oleh Ibu Rahmi Yanti selaku penggerak KGB Pessel yang sudah berpengalaman pada acara TPN 2018. Selain acara nobar, TPD ke-9 Pessel ini  juga diisi dengan penyampaian materi tentang Langkah-langkah menulis Essay dan bagaimana cara mempublikasikannya, yang disampaikan oleh saya sendiri Nofri Mayasril, S.Pd Kegiatan ini direncanakan mulai pada jam 10.00 WIB. Namun sayangnya peserta banyak yang datang terlambat, dikarenakan jarak dan lokasi tempuh dan luas nya Pesisir Selatan. Ketika itu peserta yang datang baru 5 orang dari 10 orang yang mendaftar. Sambil menunggu peserta lainnya datang, saya selaku moderator mempersilakan peserta mengisi absen secara online menggunakan media ponsel dari link yang telah ada. Pada saat pengisian absen secara online ini, peserta kaget, sebab belum pernah menghadiri sebuah pertemuan yang mengisi absen secara online. Kegiatan ini makin menambah  antusias peserta untuk mengikuti acara ini. Tidak lama kemudian, satu persatu peserta datang dan langsung mengisi absen online. Namun tidak semua peserta bisa mengisi absen, dikarenakan gangguan internet, nah disinilah dituntut kebersamaan dan saling membantu, sukses dan belajar bersama yang kita kemukakan. Kegiatan ini berjalan lancar dan peserta yang hadir pun, merupakan guru-guru yang belum pernah tahu tentang Komunitas Guru Belajar.  Berdasarkan hasil pengamatan saya, pada saat seorang peserta yang bernama Ibu Dani ketika menjawab pertanyaan di absen online tentang apa yang kamu ketahui tentang guru Komunitas Guru Belajar, beliau menjawab, ”Menambah  ilmu yang bermanfaat katanya.” Pada umumnya peserta ingin tahu tentang Komunitas Guru Belajar. Masuk ke kegiatan inti yaitu nonton bareng Guru Merdeka Belajar sebuah video ibu Najelaa Shihab pada Temu Pendidik Nusantara. Kegiatan ini di pandu oleh ibu Rahmi penggerak KBG Pessel, sebelum video di putar, beliau melemparkan pertanyaan ke peserta. “ Apa yang anda ketahui tentang guru merdeka belajar “ Saya sendiri termasuk awam dengan kegiatan ini, tidak pernah tau sebelum nya, Ibu rahmi pun menanyakan hal ini kepada saya, Beliau berkata silakan di jawaban Pak Nofri, silakan jawab apa yang terlintas apa yang Bapak pahami dengan Guru merdeka belajar. Saya pun menjawab, yang saya pahami dari Guru Merdeka Belajar, tidak ada keterikatan seorang Guru dalam mengajar dan belajar untuk mencapai tujuan. Kemudian para peserta lain pun menyampaikan hal apa yang mereka ketahui tentang Guru merdeka. Setelah penyampaian argumen tentang guru merdeka belajar tersebut, semua peserta menonton tayangan video tentang guru merdeka belajar. Terlihat antusias peserta serius mendengar dan mengamati tayangan video tersebut. Setelah tayangan selesai, tibalah saatnya sesi refleksi, ibu Rahmi menyampaikan pertanyaan “Diantara semua miskonsepsi, mana yang paling menggambarkan diri anda?” Lalu kebanyakan guru menjawab, kalau diberi insentif guru baru mau ikut pelatihan pada umumnya. Selanjutnya diskusi terus berlangsung tentang konsep merdeka belajar. Akhirnya semua peserta menyetujui dan sepakat bahwa untuk menjadi guru yang merdeka belajar haruslah memiliki  komitmen pada tujuan, kemudian mandiri serta mau melakukan refleksi. Meskipun tantangan yang paling besar bagi peserta adalah komitmen pada tujuan. Seorang guru mengeluhkan sulitnya mengubah mindset menjadi guru yang merdeka belajar karena situasi dan kondisi yang kurang mendukung.  Saya juga memahami dari hasil nobar hari ini. Komitmen seorang Guru Merdeka belajar adalah ketekunannya dalam perjalanan menuju tujuan yang bermakna bagi diri itu sendiri banyak hal yang terjadi di lapangan, ketidakpedulian seorang Guru terhadap murid bahkan terhadap dirinya sendiri.Tak heran saat di tanya bagaimana kelas hari ini dan apa yang dipelajari di kelas jawabannya biasa saja, seperti hari-hari yang lalu, bahkan murid ditanya ada yang tidak tau apa yang terjadi di kelas nya padahal si murid mengikuti proses belajar mengajar di kelas. Di sini semua peserta mau menjadi Guru merdeka Belajar dan telah membuat komitmennya masing-masing dan akan melakukan perubahan secara perlahan pada kelasnya. Mereka akan mulai menanamkan prinsip-prinsip guru merdeka belajar dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari hal yang kecil seperti; tidak mengharapkan insentif dan iming-iming sesuatu jika mengikuti pelatihan-pelatihan pembelajaran. Setelah acara Nobar, dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang langkah-langkah menulis Essay dan bagaimana cara mempublikasikannya menjadi sebuah buku ber-ISBN. Peserta sangat antusias mendengarkan penyampaian materi. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara pemateri dan peserta tentang bagaimana cara menulis Essay, apa saja yang harus dipahami dan bagaimana cara mempublikasikannya. Di pertemuan perdana saya Nofri Mayasril, S.Pd bergabung dengan KGB sangat menarik, sangat memotivasi dalam menambah ilmu, saling berbagi dengan teman dan juga sebagai wadah komunikasi antar Guru dalam berbagi ilmu dan permasalahan yang ditemui dalam proses belajar mengajar di sekolah.  Demikian lah laporan singkat tentang liputan nobar Guru Merdeka Belajar. Tidak ada yang tidak mungkin dilakukan jika kita komitmen terhadap tujuan. Ayo mari kita benahi diri kita masing-masing sebagai seorang Guru, jadilah Guru yang Merdeka, berilmu dan melahirkan generasi penerus bangsa yang madani, tetap fokus dengan tujuan. Berkomitmen berarti bertanggung jawab, semua dilalui dengan tahap dan proses, tidak instan. Anda masih penasaran tentang apa itu merdeka belajar?

Guru Merdeka Belajar, Guru yang Belajar Tanpa Iming-iming

Pada  hari Kamis, 16  Mei 2019 jam 9.30  WIB, Komunitas Guru Belajar (KGB) Pesisir Selatan mengadakan Temu Pendidik  Daerah ke-7 bertempat di Laboratorium Komputer SMP Negeri 1 Lengayang. TPD Pessel ke-7  ini memiliki kegiatan inti Nonton Bareng Guru Merdeka Belajar. Kegiatan TPD Pessel ke-7 ini di Moderatori  oleh saya sendiri Salmiati, sebagai salah satu calon penggerak dari KGB Pessel. Kemudian pemandu nobar di lakukan oleh ibu Rahmi Yanti selaku penggerak KGB pessel yang sudah berpengalaman pada acara TPN 2018 kemaren. Selain acara nobar, TPD ke-7 Pessel ini  juga di isi dengan penyampaian materi tentang Guru Melek IT melalui pemanfaatan belajar berbasis TIK yang disampaikan oleh saya sendiri Salmiati, S.Pd . Kegiatan ini direncanakan mulai pada jam 9.30 WIB. Namun sayanganya peserta banyak yang dating terlambat. Ketika itu peserta yang datang baru 4 orang dari 10 orang yang mendaftar. Sambil menunggu peserta lainnya datang, saya selaku moderator mempersilakan peserta mengisi absen secara online menggunakan komputer di lab sekolah tersebut. Pada saat pengisian absen secara online ini, peserta kaget, sebab belum pernah menghadiri sebuah pertemuan yang mengisi absen secara online. Kegiatan ini makin menambah  antusias peserta untuk mengikuti acara ini. Tidak lama kemudian, satu persatu peserta datang dan langsung mengisi absen online. Namun sayangnya tidak semua peserta sempat mengisi absen online disebabkan oleh jaringan internet yang lemot, sehingga dilakukan absen manual dengan kertas. Kegiatan ini berjalan lancar dan peserta yang hadirpun, merupakan guru-guru yang belum pernah tahu tentang Komunitas Guru Belajar.  Berdasarkan hasil pengamatan saya, pada saat seorang peserta yang bernama ibu Poni ketika menjawab pertanyaan di absen online tentang apa yang kamu ketahui tentang guru Komunitas Guru Belajar, beliau menjawab,”Iseng-iseng dapat ilmu katanya”, sehingga peserta lain ikut tertawa mendengar jawaban peserta tersebut. Pada umumnya peserta ingin tahu tentang Komunitas Guru Belajar serta apa manfaatnya bagi kegiatan pembelajaran. Selanjutnya masuk ke kegiatan inti yaitu nonton bareng Guru Merdeka Belajar yaitu sebuah video dari ibu Najela Shihab pada  Temu Pendidik Nusantara. Kegiatan ini di pandu oleh ibu Rahmi selaku penggerak KBG Pessel sekaligus pemandu pada acara Nobar tersebur. Pada saat sebelum video di putar, bu Rahmi terlebih dahulu melemparkan pertanyaan ke peserta sebagai salah satu appersepsi untuk membuka acara seperti berikut: “Apa yang anda ketahui tentang guru merdeka belajar ?” Pada awalnya, peserta menjawab pertanyaan tersebut pada kertas stickynote , pada saat itu saya sudah menyediakan kertas tersebut dan membagikannya pada peserta, setelah semua pendapat dituliskan peserta pada kertas tersebut, barulah pemandu meminta penjelasan dari beberapa orang peserta terkait dengan jawaban yg telah mereka tuliskan. Salah satu peserta terlihat antusias dan mengacungkan tangan ketika pemandu meminta tanggapan tentang video guru merdeka belajar tersebut “Guru merdeka belajar adalah guru yang belajar tanpa paksaan dan iming-iming sesuatu,” kata bu Poni dengan sangat lantang dan jelas, sehingga semua peserta ikut serius mendengarkan penjelasannya. Selanjutnya pemandu memberikan penguatan terhadap jawaban dari bu Poni tentang konsep dari guru merdeka belajar. Berikut ini hasil cuplikan jawaban peserta tentang guru merdeka belajar sebelum video ditayangkan : Setelah penyampaian argumen tentang guru merdeka belajar tersebut, semua peserta menonton tayangan video tentang guru merdeka belajar. Terlihat beberapa peserta serius mendengar dan mengamati tayangan video tersebut. Setelah tayangan selesai, tibalah saatnya sesi refleksi, ibu Rahmi sebagai pemandu menyampaikan pertanyaan beberapa pertanyaan sesuai yang ada pada panduan Nobar. Salah satunya antara lain, ” Di antara semua miskonsepsi, mana yang paling menggambarkan diri anda?” Lalu kebanyakan guru menjawab, biasanya kalau diberi insentif guru baru mau ikut pelatihan, dan jika ada iming-iming sesuatu barulah banyak yang mau mengikuti pelatihan – pelatihan serta sebaliknya jika tidak ada semacam iming-iming seperti sertifikat, dana transpor , maka jarang yang mau mengikuti pelatihan. Selanjutnya diskusi terus berlangsung tentang konsep merdeka belajar. Akhirnya semua peserta menyetuji dan sepakat bahwa untuk menjadi guru yang merdeka belajar haruslah memiliki  komitmen pada tujuan, kemudian mandiri serta mau melakukan refleksi. Meskipun tantangan yang paling besar bagi peserta adalah komitmen pada tujuan. Seorang guru mengeluhkan sulitnya mengubah mindset menjadi guru yang merdeka belajar karena situasi dan kondisi yang kurang mendukung. Di sini semua peserta mau menjadi Guru merdeka Belajar dan telah membuat komitmennya masing-masing dan akan melakukan perubahan secara perlahan-lahan pada kelasnya. Mereka akan mulai menanamkan prinsip-prinsip guru merdeka belajar dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari hal yang kecil seperti; tidak mengharapkan insentif dan iming-iming sesuatu jika mengikuti pelatihan-pelatihan pembelajaran. Setelah acara Nobar, dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang guru melek IT melalui pemanfaatan pembelajaran berbasis TIK. Guru – guru sangat antusias mempraktekkan langsung menggunakan komputer dan juga lewat Hp android nya masing-masing. Demikianlah liputan singkat tentang TPD Pessel ke7 dengan agenda NOBAR tentang guru merdeka belajar serta penyampaian materi tentang Guru Melek IT. Tidak ada yang tidak mungkin dilakukan jika kita komitmen terhadap tujuan. Ayo mari menjadi guru merdeka belajar, mulai dari diri sendiri dan mulai saat ini. Salam Merdeka Belajar! Anda masih penasaran tentang apa itu merdeka belajar?