Liputan Tentang Seminar Pendidikan Untuk Semua
Pertama kali aku menulis untuk dikirim khalayak luas, tentunya jari jemariku terasa berat dan kelu untuk menuju ke keybord laptop miniku, tetapi apadaya ini adalah sebuah amanah yang harus dijalankan untuk masa depan anak anak didikku yang spesial dan membanggakan dengan merajut sebuah harapan dan mimpi indahnya. Tulisanku aku mulai dengan judul “LIPUTAN TENTANG SEMINAR PENDIDIKAN UNTUK SEMUA” . Dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 17 Desember tahun 2019 di SLB Negeri 1 Sleman tepatnya jalan Kaliurang km 17,5 Pakemgede, Pakembinangun, Pakem Sleman Yogakarta di satu ruang pertemuan. Kami mengadakan kegiatan yang tak terbayangkan sebelumnya yaitu seminar bagi orang tua peyandang disalitas yang akan menentukan jejang karier berikutnya. Setelah lulus jenjang pendidik atas atau jenjang pendidikan SMA dan sederajat ke jenjang perkuliahan. Kegiatan seminar merupakan acara yang sangat spesial buat kami dan merupakah sebuah penghormatan untuk kami sebagai tuan rumah dimana kami dipercaya oleh Kampus guru Cikal. Acara seminar ini merupakan serangkaian kegiaan yang di promotori oleh Kampus Guru cikal berkerja sama dengan NusanRun yang sangat konsent mengembangkan generasi muda Indonesia khusunya anak anak kami yang special needs. Kami sebagai pendidik anak anak disabilitas terlebih dahulu sudah mendapatkan pembekalan dan workshop. Pembekalan tersebut selama dua minggu dan terbagi menjadi dua kali pertemuan dengan agenda kegiatan. Peserta worskhop adalah guru yang diharapkan mampu memahami kebutuhan peserta didik disabilitas sehingga dapat memetakan kemampuan dan jenjang karier siswa secara tepat dan sesuai dengan hobi, bakat dan minat siswa disabilitas. Seminar ini merupakan program berkelanjutan dari program bagi guru pendidik anak anak disabilitas. Seminar ini diperuntukan bagi para orangtua penyandang disabilitas kelas XII dan siswa yang sudah lulus tapi belum berkuliah yang berada di daerah Sleman dan sekitarnya. Seminar Pendidikan untuk semua yang mengambil tema”KARIER MURID PENYANDANG DISABILITAS” dengan narasumber Nur Azizah dari Universitas Negeri Yogyakarta, Ida Putri dari Wartawan “Solider”, Winda Dyah Uningrumjati dari kampus Guru Cikal dan Istiyani penulis dari SLB Negeri 1 sleman. Seminar diawali dengan pembukaan dengan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta sambutan sambutan. Pertama sambutan dari kepala SLB Negeri 1 Sleman dan Perwakilan dari kampus guru cikal. Dilanjutkan dengan acara inti seminar yaitu pengembangan Karier Anak disabilitas oleh Ida Putri, beliau penyandang disabilitas fisik dengan karier sederet dan semangat yang sangat hebat. Ida Putri memulai pemaparan, sharing pengalamannya dari awal sampai saat ini yang ibarat tidak semudah membalikan telapak tangan, kata orang sih. Memulai pemaparan “dia pernah menganggur selama 3 tahun dan sering ditolak pada saat melamar pekerjaan, habis wawancara tidak ada kabar lagi dan kenapa sekarang saya menjadi wartawan. “tutur Ida Putri”. Bahwa disini membuktikan bahwa diskriminasi difabel masih ada, maka saya berfikir dan mencari jalan untuk mencari pekerjaan dengan beralih transformasi dari sektor non-profit dan selalu tertantang untuk meningkatkan kapasitas diri. Ida melanjutkan ceritanya bahwa Ia berasal dari orangtua pendidik dan di dalam pengasuhan keluarga diterapkan konsep kesamaan. Dalam konsep ini semua mempunyai hak dan kewajiban yang sama, hanya pada disabilitas saja yang harus diberikan perhatian dan disesuaikan dengan kondisi dan kemampuanya. Lebih jelas Ida Putri memberikan contoh dalam pekerjaan rumah seperti menyapu, mencuci baju dan semua dikerjakan sendiri. Pengambilan keputusan didalam keluarga selalu melibatkan orang tua saya dan memberikan motivasi kepada saya saat saya mendapatkan ejekan dari teman dan masyarakat. Orang tua memberikan pemahaman bahwa mereka dengan berkata seperti itu karena belum tau, “itu” yang membesarkan hati saya hingga kini saat ini. Dalam pendidikan Ida Putri menempuh sekolah dengan jalur pendidik umum dari TK sampai Perguruan Tinggi. Ida Putri mengambil jurusan kimia, fakultas MIPA UGM lewat jalur seleksi umum. Selama kuliah tidak ada kendala karena kampus dan teman teman sangat membantu serta akses di kampus juga mendukung. Lebih lanjut Ida Putri memaparkan teman teman sangat perhatian dalam aksesibilitas, misalnya saat kuliah ada di lantai atas saya akan digendong, saat praktikum teman teman juga banyak membantu. Di kost tidak ada masalah karena sudah terbiasa menyelesaikan pekerjaan rumah tangga secara mandiri. Transportasi ke kampus dari kos naik becak. Pada ujian skripsi, Kajur ikut menata ruangan agar aksesibel yang berada di laboratorium kimia komputasi. Ida putri melanjutkan jenjang S2 lewat jalur beasiswa di Filipina Jurusan Global Politics dari ADMU. Pendidikan ini Ida Putri didapat dari hasil berburu beasiswa selama 4 tahun, dan pendidikan yang dia dapat dia dapatkan lewat jalur beasiswa. Hal ini tentunya melewati perjuangan yang gigih dari Ida putri, tetapi hal ini tak berasa karena Ida putri selalu mendapatkan dukungan dari pihak orang tua. Pemaparan terakhirnya bahwa untuk meningkatkan kesempatan difabel bekerja dan mendapatkan pendidikan tinggi adalah hak setiap anak dan warga negara Indonesia. Karenanya orang tua, keluarga serta lingkungan masyarakat memberikan dukungan dan layanan yang tepat sesuai dengan kebutuhan difabel. Selanjutnya anak akan bisa menjadi jati dirinya sendiri dan dapat membuktikan bahwa difabel bisa berkarir, dengan kata kunci komunikasi dan kolaborasi, sukses bagi difabel tutur ida dalam penutup pemaparannya. Pemaparan kedua oleh Nur Azizah dari Ketua Pusat Studi dan Layanan Disabilitas sekaligus dosen Pendidikan Luar Biasa di UNY. Memulai pemaparan bahwa Universitas Negeri Yogyakarta merupakan salah satu perguruan tinggi penyelenggara pendidikan inklusi. Universitas Negeri Yogyakarta memiliki prodi PLB sejak tahun 1963, dari dulu sudah memiliki mahasiswa berkebutuhan khusus akan tetapi belum terdata dengan baik. Dahulu kalau ada mahasiswa disabilitas diarahkan untuk masuk jurusan PLB pendidikan luar biasa, akan tetapi sekarang tidak lagi. Mahasiswa penyandang disabilitas bisa menempuh jalur perkuliahan sesuai dengan minat yang telah ditentukan. Nur Azizah melanjutkan pemaparannya bahwa Pusat studi layanan disabilitas di UNY diresmikan pada 17 Juli 2017. Visinya menumbuh-kebangkan sumber daya manusia unggul demi mewujudkan kampus dan masyarakat inklusif. Misi dari pendidikan inklusi adalah (1) menyelenggarakan layanan kepada mahasiswa penyandang disabilitas (2) melakukan penelitian terkait isu isu yang berhubungan dengan disabilitas (3) meningkatkan kepekaan civitas akademik Universitas Negeri Yogyakarta dan masyarakat terkait isu-isu disabilitas. Adapun total mahasiswa yang sudah tercatat sejak berdirinya pusat studi dan layanan disabilitas ini ada 13 orang yang mengambil berbagai jurusan dan mahasiswa pasca sarjana ada 1 orang dengan total keseluruhan 14 orang disabilitas. Di Universitas Negeri Yogyakarta sendiri sudah mempunyai berbagai kegiatan dan program yang diperuntukan bagi mahasiswa disabilitas, meliputi pendampingan mahasiswa disabilitas, mengkoordinasikan layanan kepada mahasiswa disabilitas, meningkatkan kompetensi dosen dalam memberikan pelayanan kepada … Read more