Nasehat Tak Mempan, Masuk Kuping Kiri, Keluar Kuping Kanan
Nia Kurniati: Assalamualaikum Bapak dan Ibu Guru Hebatnya Indonesia! Gimana kabarnya malam ini? Semoga Bapak dan Ibu masih terus semangat ya mengikuti ajang sharing mingguan kita, di TPM. Judul diskusi malam ini “Nasihat Tak Mempan, Masuk kuping Kiri, Keluar Kuping Kanan”. Hai, Bapak/Ibu yang sudah gabung, siap berbagi kisahnya terkait dengan tema kita ya? Faristya Eni: Waaaaaah apalagi saya sebagai guru BK, sering sekali mengalami kaya gini Bu. Sehari dinasihati kadang bisa langsung tobat kadang juga masih kumat. Nia Kurniati: Sadarkah Bapak dan Ibu, anak-anak zaman sekarang , alias anak zaman milenial, mengalami tantangan yang luar biasa dalam hidupnya? Tantangan sekaligus pengaruh dari perkembangan teknologi yang membentuk mereka menjadi generasi yang dinilai canggih dalam hal teknologi, namun mengalami degradasi nilai. Salah satu hal yang sering terjadi adalah sulitnya memberikan masukan atau nasihat kepada anak-anak. Pernahkah Bapak dan Ibu mengalami kesulitan dalam hal ini? Nurul Badriyah: Tantangan yang luar biasa menghadapi sikap anak zaman sekarang. Pasti banyak faktor yang mempengaruhi sikap anak. Nia Kurniati: Oiya, sebelumnya, perkenalkan, saya Nia yang akan memoderatori diskusi kita malam ini. Ziqi: Kalau dengan anak-anak saya biasanya ajak bertukar pikiran, mendengarkan apa yang menjadi harapan mereka dan kondisi riil yang mereka lakukan. Ya tapi harus siap dengan berbagai jawaban mereka, ada yang bertahan diam, ada yang mendebat kritis, dan ada pula yang mendebat sekenanya. Kharisma Fassra: Memang benar kita sulit sekali memberikan nasihat. Sampai saya menyadari bahwa saya harus masuk ke dunia mereka. Mereka senang membuat film, saya beri layanan membuat film dengan tema-tema yang sesuai dengan perkembangan mereka, yang membuat mereka jauh mengerti apa yang harus dan tidak boleh dilakukan. Oh ya perkenalkan saya Kharisma guru BK SMA N 3 Demak Jateng. Fathiah Salma: Terkadang anak-anak berantem dan ngobrol sendiri, tidak mau untuk mendengarkan penjelasan dari saya, Bu. Nia Kurniati: Selama ini bagaimana penanganannya jika siswa Bapak/Ibu tidak juga berubah setelah diberi nasihat ? Ziqi: Setiap sekolah tentu memiliki treatment berbeda menyesuaikan karakteristik dan lingkungan, semangat berbagi semuanya. Waniy: Nggeh, Bu. Mereka minta didengarkan harapannya dan perasaannya tapi masih lupa untuk mendengarkan nasihat. Novi: Dipenuhi kebutuhannya, Bu. Kalau perlu ngobrol dengan temannya dipersilahkan tapi di luar kelas Umy Adhwa (Fitriani): Menurut Pandangan saya, banyak faktor yang menyebabkan hal demikian. Baik pengaruh personal siswa karena kebiasaan pola asuh dan pola didik yang salah, atau karena kurangnya strategi dan metode yang dilakukan oleh Guru. Terkadang kita harus mampu melihat duduk persoalannya. Karena tidak selamanya letak kesalahan terletak pada anak. Terkadang pengamatan saya siswa demikian karena figur guru dan cara pengajarannya kurang berkenan di hati siswa. Siswa merasa tidak nyaman dengan guru tersebut, sehingga apa yang diberi kepada Siswa tidak bisa diterima dengan Baik. Mohon koreksi jika ada yang salah pada perkataan saya. Kharisma Fassra: Sebenarnya jika kami sebagai guru BK, kita lebih mengajak atau mengeksplor apa yang terjadi pada dirinya.sehingga mereka menyadari apa yang dilakukannya itu tidak benar. Dan mereka juga kami ajak untuk mendapatkan solusi dari konsekuensi yang telah mereka lakukan. Memang tidak mudah dan butuh waktu konseling beberapa kali untuk mencapainya. A.Ninik Angraeni M: Perkenalkan saya A.Ninik Angraeni guru Bid. Studi Bhs. Inggris di SMPN 1 Arungkeke, KAB. Jeneponto, Sulawesi SelatanBaru-baru ini, di sekolah saya ada siswa pindahan dari sekolah Madrasah. Kebetulan dimasukkan ke kelas saya. Jadilah yang bersangkutan anak wali saya,..nah ternyata setelah 2 minggu di sekolah, udah beberapa pelanggaran yang dia lakukan, seperti tidak ikut sholat dhuhur berjamaah, yang ini alasannya karena gak tahu, jadi saya jelaskan ke dia tentang jadwal sholat kelasnya. Terus yang kedua, selama pindah, ternyata dia tidak pernah masuk pada mapel Matematika. Saya tanya kenapa alasannya. Gak jelas, Bu. Terus sudah berjanji mau ikut, tapi terakhir kemarin jadwal MTK ternyata gak ke sekolah lagi, katanya telat bangun. Terus yang terakhir dia kedapatan sedang merokok di area kebun sekolah pada saat jam istirahat, siswa tersebut dibuatkan surat perjanjian oleh Bagian kesiswaan sebagai peringatan terakhir. Nah, Bu, kira-kira saya selaku wali kelasnya, bagusnya bagaimana yah dengan siswa tersebut? Nia Kurniati : Bapak/Ibu, bagaimana perasaan Bapak dan Ibu menghadapi siswanya yang sepertinya kok ya ga mendengarkan nasihat kita sebagai gurunya ? Novi Cakra: Sedih tapi harus evadir (evaluasi diri) Umy Adhwa (Fitriani): Saya merasa tertantang Bu. Selain sebagai Guru Agama, saya juga harus berperan sebagai Guru BK. Saya senang melakukan terhadap siswa yang demikian. Ternyata banyak penyebabnya. Namun setelah berbagai pendekatan kita bisa menentukan langkah untuk mendapatkan solusi terbaik. Entah dengan kolaborasi ataupun Referal jika perlu tenaga khusus A.Ninik Angraeni M: Iya bu, saya bahkan jadi jaminannya kalau dia berbuat kesalahan lagi…. Sejauh ini saya hanya melakukan pendekatan personal ke dia, kalau dia tidak ke sekolah, saya chat dan tanyain alasannya, selain itu saya harus gimana lagi yah, Bapak/Ibu? Nia Kurniati: Sedih pasti ya Bapak dan Ibu. Tapi sebagai guru, itu jadi tantangan yang luar biasa….Dan seperti Bu Novi sampaikan, sebagai guru, perlu juga kita melakukan evadir Nah, Bapak dan Ibu, untuk membahas lebih jauh tentang hal ini, kita akan ditemani 2 narasumber untuk menggali lebih dalam tentang topik malam ini. Untuk itu, saya perkenalkan narasumber-narasumber hebat kita Pak Huda dan Bu Rani. Pak Huda dari Sekolah MI Al Huda Malang, Bapak dan Ibu. Dan Ibu Rani dari Sekolah Menengah Cikal Jakarta Timur. Huda : Assalamu’alaikum bapak/ibu guru Indonesia.. selamat datang d acara diskusi temu pendidik mingguan. Rani Indirani : Assalamu’alaikum Bapak dan Ibu semuaaa.. Haiii.. Saya Rani, dari Sekolah Menengah Cikal Amri Setu, Jakarta Timur. Huda: Terimakasih ibu moderator atas kesempatan yang diberikan, sungguh kesempatan yang luar biasa bagi kami di malam hari ini untuk berbagi dan belajar bersama-sama dalam temu pendidik mingguan seri ke 113. Pada kesempatan ini saya ingin mengambil tema “MotivAksi-Menyelaraskan antara semangat dan Aksi” Suatu hari saat menjelang Ujian akhir nasional, kami mengumpulkan siswa kelas 6 untuk mengikuti kegiatan motivasi di aula, kami mendatangkan motivator yang berpengalaman, banyak materi yang disampaikan oleh motivator, saat sesi renungan para siswa pada nangis karena tersentuh dengan kata-kata sang motivator, mereka menangis sambil memeluk orangtua dan bersalaman meminta maaf bapak/ibu guru. Hari itu suasana haru di aula begitu berkesan, tapi selang beberapa hari kemudian bisa ditebak bagaimana ceritanya, mereka kembali … Read more