Guru Merdeka Belajar di Pekanbaru, Belajar Tanpa Paksaan

Awalnya saya ragu untuk mengadakan Nonton bareng (Nobar) Video Guru Merdeka Belajar yang akan saya lakukan di Kota Pekanbaru. Rasa percaya diri saya seolah hilang karena melihat berbagai sisi kesibukan para guru ataupun berbagai steakholder yang akan saya ajak untuk “Nobar”. Ditambah lagi masyarakat Pekanbaru kurang mengerti atau belum tau apa itu “Komunitas Guru Belajar (KGB)”.  Di tengah keraguan itu muncul keberanian saya untuk mengalahkan ego pribadi, kapan lagi saya akan berbagi informasi penting kepada para guru-guru berdaya, penerus estafet peradaban bangsa, yang selalu berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada peserta didik yang memasuki era milenial ini. Melihat perkembangan yang sangat cepat lalu diimbangi dengan berbagai inovasi pembelajaran yang mudah diakses dan dipelajari maka saya mencoba mengenalkan dan memulai menggugah emosi para guru walaupun hanya beberapa orang sekitar 10 orang  tapi rasanya saya bahagia dapat berdiri tegap dihadapan para guru. Mulailah saya rancang waktu pelaksanaan Nobar Merdeka Belajarkarena berbagai kesibukan saya pilih hari Jumat tanggal 28 Juni 2019 bertempat di Café Kopi Kirapa Jl. Ahmad Dahlan yang terkenal dengan nama Jl. Pelajar. Pelaksanaan dimulai pukul 14.00 mula-mula saya khawatir soalnya setelah saya sampai di Café Kopi Kirapa tepatnya pukul 13.00, belum terlihat orang-orang yang saya undang melalui grup WA ada juga yang melalui telpon dan sms langsung di tempat acara. Lalu saya mulai bertanya jangan-jangan mereka lupa atau para guru memilih berlibur bersama keluarga dari pada menghadiri undangan “Nobar Merdeka Belajar KGB Pekanbaru” yang belum jelas ini.  Setelah kurang lebih 30 Menit saya menunggu, akhirnya harapan saya mulai cerah untuk kesuksesan acara nobar beberapa guru mulai datang, pertama adalah Ibu Atika Hermansyah, M.Pd. yang sudah lama malang melintang di dunia KGB bahkan menurut informasi yang saya dapatkan beliau adalah utusan TPN dari riau tahun 2016 yang lalu, yang lebih luar biasa di sela-sela kesibukannya studi S3 di Padang menyempatkan waktu balik ke Pekanbaru untuk menghadiri acara Nobar yang saya buat. Setelah itu ada beberapa kawan-kawan guru dari sekolah lain turut hadir dan peserta mencapai 12 orang. Rasanya luar biasa saya tidak dapat membayangkan baru sekali saya melaksanakan Nobar Merdeka Belajar KGB Pekanbaru 12 orang yang antusias. Baca Juga: Merdeka Belajar Bukan Jargon Setelah menyiapkan berbagai alat perlengkapan Nobar mulai dari proyektor, pengeras suara, dan sebagainya maka kegiatan Nobar dilaksanakan. Pada awal sebelum memulai saya mengajak kepada seluruh peserta untuk menjawab dan menyatukan berbagai pandangan mengenai informasi tentang apa itu merdeka belajar? Pak Ripi salah satu guru berdaya di MA Ma’arif Nahdlatul Ulama Riau mencoba memberikan argumentasinya tentang konsep merdeka belajar. Menurut beliau “Merdeka belajar adalah sebuah kebebasan untuk mencari informasi tentang segala hal terkait ilmu pengetahuan”. Setelah memberikan jawaban itu saya menguatkan jawaban beliau luar biasa jawaban bapak.  Ibu Sri dari salah satu sekolah ternama di Siak menambahkan jawaban terkait merdeka belajar menurut beliau merdeka belajar adalah belajar yang melekat kepada siapapun tanpa ada paksaan, tanpa embel-embel, hadiah, sertifikat untuk terus belajar. Setelah selesai saya menguatkan dan mengapresiasi jawaban peserta. Setelah mencoba memberikan pertanyaan tentang merdeka belajar saya coba pecahkan suasana bertanya kepada peserta apakah bapak/ibu guru ingin merdeka belajar’. Mereka serentak menjawab “Iya” Baiklah setelah selesai dengan sedikit pengetahuan tentang merdeka belajar saya ajak bapak ibu guru untuk menyaksikan video yang sudah disiapkan oleh Kampus Guru Cikal di web. Dimulailah video tersebut para peserta hening. Suasana menjadi hangat dan sepi semuanya dengan seksama menonton dan menyimak betul penjelasan dari bu Najelaa tentang apa itu merdeka belajar dan bagaimana ibu Najelaa mencoba menggugah suasana batin bapak ibu yang hadir dengan menjelaskan berbagai miskonsepsi belajar yang selama ini dimiliki oleh bapak ibu guru di seluruh Indonesia. Ada semacam ide-ide baru yang muncul dari gagasan yang disampaikan Ibu Najelaa terhadap kondisi pendidikan di Indonesia ini dan banyak tidak terpikirkan oleh para guru di seluruh Indonesia. Miskonsepsi-miskonsepsi ini yang nantinya saya diskusikan kepada para peserta Nobar yang saya lakukan. Setelah pemutaran video nobar, saya mengajukan 5 pertanyaan penting dari kegiatan nobar kepada para peserta. Kemudian saya mencoba mengulas sedikit tentang berbagai miskonsepsi dari penjelasan Ibu Najelaa, antara lain guru belajar menunggu sertifikat, uang pesangon, belajar hanya kepada ahli, individual, dan lain-lain. Mengawali dari tanggapan atau refleksi setelah melihat video itu ibu atika memberikan refleksi atau tanggapannya. Beliau mengatakan video tersebut membuat saya tergugah karena 20 tahun mbak Najelaa berkecimpung dalam dunia mendidik banyak salah kaprah dalam memahami arti belajar. Banyak aturan-aturan yang malah tidak membuat kreativitas guru meningkat, malah jarang sekali terjadi inovasi dalam pembelajaran.  Ibu Rini juga menambahkan beliau merasa terharu setelah nonton video tersebut beliau merasa selama 15 tahun mengajar belum memberikan yang terbaik untuk peserta didik sampai saat ini, oleh karena itu kedepan saya akan lebih baik lagi dan berusaha untuk melakukan inovasi pembelajaran. Maklum karena peserta sedikit dan pertama kali mereka masih malu-malu untuk bercerita santai tentang kemajuan pendidikan yang selama ini, hanya dua orang yang mau berefleksi, hehehe. Walaupun demikian rasanya luar biasa sudah bergabung dan bersama-sama untuk nobar dan mendapatkan pengalaman baru gagasan pendidikan kedepan. Di akhir pertemuan kami bersepakat untuk menumbuhkan semangat baru mengeksplor berbagai pengetahuan dalam diri, menjadikan “KGB” sebagai sarana untuk berubah dan berkembang. Anda masih penasaran tentang apa itu merdeka belajar?

Merdeka Belajar, Belajar Merupakan Kebutuhan Alamiah

Pada hari Kamis, 27 Juni 2019 Komunitas Guru Belajar Pekanbaru mengadakan acara Temu Pendidik yang bertempat di The Gade Café Pekanbaru. Sesi terakhir dari rangkaian acara Komunitas Guru Belajar yang bekerjasama dengan guru-guru di Riau adalah nonton bareng. Nonton bareng cuplikan video Najelaa Shihab yang menjelaskan terkait “Merdeka Belajar”. Acara ini dipandu oleh Dr. Zahriyah Simargolang, MA selaku penggerak KGB nonton bareng. Selain itu acara ini juga di hadiri oleh Bapak Wakil Walikota Pekanbaru yang mendukung acara untuk memberikan kata sambutan. Dalam acara ini juga ada narasumber Yoga Mahardika selaku trainer Leadership. Selanjutnya dapat diamati antusias peserta yang datang dalam kegiatan bukan hanya dari daerah namun juga luar daerah. Selain itu dari berbagai kalangan masyarakat, murid, mahasiwa guru PAUD, guru SD, guru SMP, guru SMA maupun dosen. Sebagian guru dan mahasiswa memiliki ilmu pengetahuan yang banyak sehingga mereka memerikan respon pertanyaan maupun jawaban saat kegiatan berlangsung. Sebelum video di putar menurut Ibu Zahriyah sebagai penggerak mengatakan bahwa Kegiatan Gulu Belajar ini sangat penting dilakukan agar terciptanya kualitas pendidikan yang semakin baik karena adanya wadah guru untuk saling berbagi informasi, pengalaman dan wawasan sehingga dapat menampung ide dan solusi pembelajaran di sekolah. Maka dalam video ini dijelaskan bahwa ada 2 tipe guru yang mudah menerapkan merdeka belajar dan ada juga yang sulit, disebabkan tipe pertama adalah guru memiliki prinsip bahwa belajar perlu insentif eksternal, sedangkan guru tipe kedua menyatakan bahwa belajar sebagai kebutuhan alamiah. Seorang guru yang memiliki prinsip bahwa belajar merupakan kebutuhan alamiah akan dapat memberikan motivasi pada muridnya bahwa belajar itu menyenangkan dan tidak harus ada tekanan. Nilai-nilai pendidikan yang dapat diambil dari nontong bareng ini adalah: Guru memiliki kebutuhan alamiah dalam belajar dan mengajar Guru harus memiliki komitmen dalam melaksanakan dan mencintai pendidikan Guru harus memiliki kemandirian dalam belajar dan memberikan contoh tauladan Guru harus reflektif sehingga dapat terus melakukan perbaikan diri dalam mengajarkan ilmu Melalui nonton guru merdeka belajar dapat dipahami bahwa guru harus memiliki ilmu dan wawasan serta pergaulan sosial dengan temannya sehingga mampu menjadi pribadi yang ideal yaitu cerdas interpersonal dan intrapersonal. Merdeka belajar harus dirasakan oleh semua murid, maka dalam hal ini terlebih dahulu guru harus merdeka belajar, sehingga murid akan mengikuti gurunya yang mampu merdeka belajar.  Setelah mengetahui makna guru merdeka belajar itu sangat penting, maka di harapkan setiap guru dapat menerapkannya di sekolah masing-masing. Sehingga tujuan pembelajaran dapat terlaksana. Peran orang tua, lingkungan masyarakat dan sekolah sangat mempengaruhi seseorang untuk merdeka belajar. Hal ini disebabkan faktor fisik seseorang yang berbeda, ada yang sangat semangat dalam belajar sehingga ada peserta yang dapat  disiplin dalam memanajemen waktu agar dapat datang ke lokasi kegiatan belajar dengan tepat waktu. Tipe lainnya ada beberapa peserta yang mampu bersosialisasi sehingga dia memiliki banyak teman atau relasi, bukan hanya relasi yang dia kenal namun juga pada orang lain yang tidak dia kenal di ruangan tersebut dengan cara menyapa maupun bertanya tentang kegiatan saat coffee break, hal ini disebabkan pesserta memiliki kecerdasan interpersonal. Begitu juga keadaan peserta yang lainnya ada yang merasakan tenang sehingga ia dapat tekun belajar hal ini karena mereka telah merasakan merdeka belajar. Kegiatan yang berlangsung secara lancar membuat peserta merasakan manfaat dari kegiatan guru belajar tersebut. Adanya kondisi yang berbeda pada setiap peserta maka panitia juga berusaha untuk mengubah keadaan menjadi seperti yang diharapkan yaitu peserta tetap semangat belajar dan merasakan merdeka belajar dengan melihat kondisi peserta saat mereka jenuh maka panitia memberikan game agar peserta bersemangat dalam belajar. Pada saat kegiatan berlangsung ada kejadian yang menarik perhatian yaitu saat seorang ibu dan bapak yang mengikuti kegiatan tersebut mampu aktif maju ke depan memberikan pendapat meskipun diantara mereka ada yang masih muda dan ada yang tidak muda lagi. Namun yang menyentuh hati saya ada juga yang datang dari luar kota hanya untuk mengikuti kegiatan guru belajar tersebut. Kejadian lainnya yang sedih pada saat itu adalah saya lupa membawa charger laptop sehingga saya merasa sedih tidak dapat maksimal menggunakan laptop tersebut, namun pada saat itu  ada peserta yang membawa laptop sehingga kegiatan nonton bareng pun dilanjutkan hingga selesai. Kejadian pada saat kegiatan berlangsung memberikan makna bahwa setiap permasalahan ada jalan keluarnya dan ada yang memiliki perjuangan untuk belajar dan prinsip ini sangat menarik untuk dilanjutkan semua guru bahwa belajar itu harus dari hati yang merdeka sehingga dapat kita nikmati. Sedangkan menurut panitia merdeka belajar adalah suatu kebutuhan yang datang dari jiwa pendidik sehingga hatinya tergerak untuk belajar karena mencintai anak didiknya. Selain itu merdeka belajar menurut peserta adalah keinginan seseorang untuk belajar meskipun harus menempuh jarak yang jauh. Maka sebaiknya kita mampu menggerakkan sosialisasi untuk melaksanakan guru merdeka belajar sehingga tujuan pendidikan untuk memiliki murid yang memiliki ilmu pengetahuan, wawasan dan pendidikan karakter dapat terlaksana dengan baik. Konsep guru merdeka belajar harus terus dikembangkan menjadi lebih kreatif dan inovatif.  Sebab merdeka belajar sangat membantu menuju pendidikan yang berkualitas.