Membangun Semangat Melawan Miskonsepsi Belajar dari Sanggau

Minggu, 8 September 2019 dimulai pada pukul 08.00 WIB, merupakan suatu momen yang sangat bermakna dan tak akan terlupakan bagi para guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Belajar Kabupaten Sanggau. Pada hari libur tersebut, tak menyurutkan semangat para guru untuk belajar, memaknai semangat merdeka belajar yang selama ini sering mereka dengar. Komunitas Guru Belajar Kabupaten Sanggau sangat berbangga dan berbahagia karena masuk kedalam list daerah yang menjadi wilayah terkunjungi event Roadshow TPN 2019 oleh tim Kampus Guru Cikal. Pada kesempatan ini, Pelatihan Guru Merdeka Belajar Angkatan I di Kabupaten Sanggau, didampingi oleh ibu Amalia Jiandra dari Kampus Guru Cikal Jakarta, wanita muda yang sangat energik, inspiratif dan memotivasi semangat para guru di Kabupaten Sanggau. Pelatihan GMB Angkatan I ini diawali dengan pembukaan oleh pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, dalam hal ini diwakili oleh bapak Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, Drs. Maskun Hamri, MM. Beliau dalam sambutannya sangat mengapresiasi semangat para guru untuk terus meningkatkan kompetensi diri mengikuti pelatihan ini, meski dalam suasana libur. Beliau juga dalam event ini turut berkontribusi mengikuti pelatihan dengan semangat.  Kegiatan Pelatihan ini, diisi dengan berbagai aktivitas yang diikuti dengan antusias dari para peserta pelatihan. Melalui bermain peran, diskusi, presentasi, curah pendapat bahkan beberapa games, yang diikuti peserta hingga selesai atau berakhir pada pukul 15.00 WIB. Pelatihan Guru Merdeka Belajar sendiri adalah upaya untuk memfasilitasi dan menggali informasi dari para guru terkait kebutuhan mereka akan peningkatan kompetensi diri, dan pemahaman mereka terkait Merdeka Belajar. Merdeka belajar sendiri memberikan pemahaman kepada para guru untuk melawan atau menghentikan miskonsepsi belajar yang selama ini banyak terjadi.  Adapun miskonsepsi belajar tersebut adalah Belajar hanya untuk ujian, kendali belajar berada pada pengajar, pelajar mempunyai kebutuhan dan minat belajar yang sama, belajar itu menghafal dan menggunakan rumus, keberhasilan belajar dimulai ditandai dengan nilai angka terstandar dan penilaian belajar sepenuhnya wewenang pengajar, itu adalah 6 (enam) dari miskonsepsi belajar. Selain miskonsepsi belajar, adapula miskonsepsi guru belajar. Miskonsepsi tersebut yaitu Guru belajar menunggu instruksi sekolah/dinas atau mendapat intensif, Guru hanya mau belajar dari pakar dan ahli, guru hanya belajar “how to” bagaimana cara mengajar, Guru berharap belajar bisa instan dan guru bisa belajar sendirian. Melalui Pelatihan Guru Merdeka Belajar ini, diharapkan guru-guru tersadarkan bahwa sudah waktunya miskonsepsi tersebut dihentikan dan diperbaiki menuju arah yang yang lebih baik, tentunya dimulai melalui refleksi diri, sedang berada di tahap apakah kita sebagai guru.  Karena pada hakikatnya Guru Masa Depan yang sangat dinantikan itu adalah guru yang memiliki kesesuaian potensi dan aspirasinya, mengembangkan jalur karirnya, aktif berkolaborasi, terus mengembangkan kompetensi dan tentunya Merdeka Belajar. Di akhir sesi Pelatihan GMB Tahap 1 ini, peserta diminta untuk menilai diri sendiri sudah sampai tahap apakah mereka berada dalam jenjang atau tahapan sebagai guru merdeka belajar jika diidentifikasi dari empat kunci pengembangan guru; yaitu Kemerdekaan, Kompetensi, Kolaborasi dan Karier. Hal ini berguna untuk mengetahui kebutuhan dasar apa yang diperlukan para guru. Memasuki sesi makan siang, Ketua KGB, ibu Titis Kartikawati beserta para penggerak KGB mendesain kegiatan Pelatihan GMB ini dengan konsep yang menarik. Berlatar di SMAN 1 Sanggau, di sesi makan siang digelar juga galeri kuliner daerah khas Sanggau dengan konsep Makan Berami, menu khas daerah dibawa masing-masing peserta disajikan untuk dinikmati bersama. Kegiatan pelatihan GMB ini berakhir pada pukul 15.00 WIB, para peserta berharap kegiatan pelatihan ini akan tetap berlangsung secara berkelanjutan, karena mereka merasa dengan menanamkan kesadaran merdeka belajar mereka lebih merasa dapat bermakna, berdaya dan berkarya, tentunya dengan semangat kolaborasi yang selalu ada.

Guru Belajar Sanggau membuat Media Pembelajaran Kekinian

Pada Kamis, 08 November 2018. Komunitas Guru Belajar Sanggau melakukan kolaborasi bersama Gugus IV, Kecamatan Tayan Hilir dalam Kegiatan Learning Adventure of KGB Sanggau, salah satu program kegiatan yang sudah dirancang KGB Sanggau sejak lama dan dikemas dalam kegiatan Temu Pendidik Daerah, mengingat kegiatan ini beberapa tim dari KGB Sanggau akan berkunjung ke daerah-daerah untuk menyebarkan Praktik baik dari kegiatan belajar atau dari hasil pembelajaran. Menjadi salah satu aksi dari TPN 2018 yaitu membagikan “Oleh-oleh TPN 2018” ke berbagai Kelompok belajar, untuk program Learning Adventure of KGB kali ini, sasaran kami adalah KKG yaitu Kelompok Kerja Guru, dimana juga secara langsung akan mengaktifkan kembali kerja KKG di berbagai daerah, tentunya dengan menanamkan kesadaran semangat Merdeka Belajar. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 20 Simpang Mandong, Kecamatan TayanHulu, Kabupaten Sanggau, dengan jumlah peserta lebih kurang 49 orang terdiri dari Guru Kelas, Guru Agama, Guru PJOK dan Kepala Sekolah. Dimulai pada pukul 08.00 hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Pihak dinas pendidikan dan kebudayaan turut serta hadir dalam kegiatan ini, dalam hal ini Bapak Donatus, selaku Kepala UPT Dinas Pendidikan Pemuda danOlahraga Kecamatan Tayan Hulu memberi kata sambutan sekaligus membuka kegiatan, dalam kesempatan ini bapak Ka.UPT ini mengapresiasi sekali kegiatan ini, beliau juga meminta para guru untuk aktif dan giat dalam belajar, dalam kondisi apapun sebagai seorang pendidik harus mampu ikut beradaptasi dengan perkembangan zaman yang ada, salah satunya adalah dengan cara tak henti untuk belajar. Hal ini juga diaminioleh bapak Pengawas, dan dipertegas oleh bapak Ketua Inti Gugus IV, bahwa seorang pendidik itu sudah seharusnya mau bergerak, belajar dan mencari tau, beliau mengutip pembicaraan salah satu professor “Orang yang tidak ingin maju adalah orang merugi di muka bumi, karena ilmu pengetahuan itu sangat dinamis, perkembangan zaman yang maju ini harus diikuti dan diadaptasi agar kita tidak menjadi seorang pendidik yang naif” Selaku ketua Gugus IV kecamatan Tayan, Ibu Surnia Ratih berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan, agar memotivasi rekan-rekan guru untuk terus mengupdate kompetensi diri. KGB Sanggau melaksanakan kegiatan sharing terkait Alat Peraga dan Pembelajaran dengan narasumber Ibu Titis Kartikawati. Materi yang disampaikan merujuk pada hasil kegiatan TPN 2018, yang merupakan salah satu Aksi dari TPN 2018, yaitu membagikan oleh-oleh pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan beberapa waktu lalu. Dalam TPD #1 ini, Ibu Titis membagikan apa yang diperolehnya di kelas Bercerita dan di kelas Maker Space. Selain itu dibahas pula terkait pembuatan Alat Peraga yang diperoleh dari Ini Budi, serta beberapa materi lain hasil inovasi beliau sendiri. Ibu Titis sangat mengapresiasi semangat belajar rekan-rekan di KKG gugus IV, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau ini. Meskipun banyak para guru yang berusia sudah lanjut namun semangat belajar mereka masih sangat kuat. Peserta kegiatan pun memberikan pesan dan kesan atau harapan akan kegiatan ini, mereka merasa benar-benar menemukan cara belajar yang mereka harapkan. Fleksibel tidak kaku, memiliki semangat keceriaan bukan sekedar menggurui. Terasa santai namun sarat makna dan pengetahuan. Mereka berharap kegiatan seperti ini akan berlanjut secara rutin. Karena melalui kegiatan ini mereka memperoleh pencerahan terkait strategi pembelajaran yang menarik dan kontekstual serta memperoleh inspirasi terkait pembuatan alat peraga inovatif yang ternyata dapat dibuat sendiri dan menggunakan bahan sederhana yang berasal dari sekitar. Dalam kegiatan ini, Ibu Titis mengajak tiap peserta terlibat aktif,  memancing para serta untuk bertanya, sharing pengalaman pribadi terkait kegiatan pembelajaran bahkan mengajak para guru membuat suatu karya sederhana berupa alat peraga dengan memanfaatkan benda yang ada disekitar mereka. Demikianlah sekilas informasi terkait kegiatan Temu Pendidik Daerah #1 Komunitas Guru Belajar Sanggau. Pada hakikatnya bahwa suatu tujuan akan dapat tercapai dengan baik jika dilakukan dengan niat baik, keyakinan, keberanian, serta kolaborasi. Karena menumbuhkembangkan kesadaran untuk belajar dan membelajarkan dengan baik adalah tugas bersama, Pendidikan itu adalah untuk semua, bukan segelintir orang, atau sebatas usia, namun lebih kepada membangun komitmen bersama demi pencapaian cita-cita. Oleh Wanti Sila Sakti, Komunitas Guru Belajar Sanggau