Asesmen Diagnosis: Trik Jitu Supaya PJJ Tidak Lesu

“Bingung, nih. Rasanya sudah berusaha supaya PJJ-nya efektif. Ternyata murid-murid  pada bosan, pasif, dan susah ngertinya. Harus bagaimana lagi?” Pernah mengeluh atau mendengar keluhan seperti itu? Sebagai sesuatu yang baru dan tidak terduga, PJJ memang memberi banyak kisah. Umumnya berupa kebingungan dan penuh tanda tanya.  Namun, show must go on. Bagaimanapun, kegiatan belajar harus berjalan.  Tapi tidak bisa asal jalan saja kan? Harus ada usaha supaya PJJ berjalan efektif.  Tentu ingin tahu kiat-kiatnya kan? Nah, Obrolan Pemimpin Merdeka Belajar pada 3 April 2021 mengangkat topik yang ditunggu-tunggu banyak pemimpin dan guru merdeka belajar, yakni bagaimana kiat jitu pemimpin saat PJJ. Bu Natalia Lilipaly dari TK Aletheia Jember dan Bu Elisabet Indah Susanti dari Kampus Guru Cikal berbagi pengalaman dan membedah kiat jitu pemimpin dalam PJJ. Dipandu Pak Andrie Firdaus dari Sekolah Cikal, obrolan pada malam Minggu ini terasa lebih hidup. Ternyata, memang banyak guru dan sekolah yang bingung menghadapi PJJ sebagai imbas  pandemi COVID-19. Tidak ada satu pun yang siap. Semuanya sama-sama belajar dari titik nol. Bu Natalia menuturkan, menghadapi PJJ, sekolahnya memilih membuat video sebagai media belajar.  Di awal tidak ada masalah. Namun, lama kelamaan murid-murid bosan. Mereka kehilangan sesuatu. Apa itu?  Murid-murid kehilangan kesempatan berinteraksi dengan gurunya. Mereka tidak lagi bisa menyapa atau bertanya. Hanya bisa menatap wajah guru di video, tak bisa say hello. Tentu saja bukan seperti itu yang diinginkan murid. Mereka butuh terhubung dengan gurunya. Keresahan dan dan kebutuhan murid terdeteksi oleh guru-guru. Setelah mendengar informasi dan masukan dari  orang tua, guru-guru melakukan refleksi. Bagaimanapun, kebutuhan murid harus terpenuhi. Mengirimkan video pembelajaran bukan sebuah solusi holistik. Perlu cara lain agar interaksi guru dengan murid terjalin kembali. Dipilihlah untuk melakukan panggilan video per murid. Di sekolah Bu Natalia disebutnya one on one.  Di samping one on one, ada juga sesi kelompok dan sesi kelas besar. Panggilan video per murid durasinya paling lama 30 menit. Dalam satu hari, satu guru bisa berinteraksi lewat panggilan video dengan lima murid.  Sesi kelompok dilaksanakan selama 40 menit.  Ada sesi kelompok kecil yang terdiri dari 3-5 murid (25-50% dari jumlah murid).  Pada sesi ini murid-murid  bisa belajar dan berinteraksi dalam kelompok. Pembagian kelompok kecil ini di bentuk berdasarkan kesamaan tipe (gaya) belajar. Ada juga sesi untuk satu kelas, di mana mereka bisa berinteraksi dengan teman sekelas. Sedangkan sesi kelas besar merupakan gabungan dari semua kelas. Sesi ini dilaksankan dalam bentuk ibadah bersama. Nah, setelah dipraktikkan, ternyata murid-murid lebih bersemangat mengikuti PJJ. Ada sisi lain dari pelaksanaan PJJ ini. Menurut Bu Natalia, beberapa guru harus mengganti gawainya karena tidak kompatibel. Pun demikian dengan orang tua. Bukan hanya guru dan orang tua, manajemen sekolah juga harus meng-up grade kapasitas wifi sekolah supaya bisa dipakai untuk PJJ. Ternyata yang berubah bukan hanya sumber daya manusia, perangkat dan fasilitas pendukung juga perlu ditingkatkan. Sementara itu, Bu Susan menyampaikan pentingnya selalu melakukan refleksi. Ketika secara tiba-tiba pembelajaran harus berubah, mau tidak mau guru harus cepat belajar dan berusaha menemukan solusi terbaik. Bu Susan mengibaratkan, apa yang dilakukan guru sama dengan apa yang dilakukan dokter. Untuk mengetahui kondosi kesehatan seseorang secara akurat, doktek melakukan medical check up.  Semua organ tubuh diperiksa. Dari hasil pemeriksaan itulah dokter membuat diagnosis  kondisi kesehatan seseorang. Kemudian memberikan treatment yang tepat berdasarkan diagnosis tersebut. Guru pun perlu melakukan check up yang komprehensif terhadap murid-muridnya. Aspek yang diperiksa meliputi sisi kognitif, nonkognitif, emosi, dan lingkungan.  Bukan hanya tentang diri murid, kondisi keluarganya juga perlu diketahui.   Kegiatan seperti itu merupakan bagian dari asesmen diagnosis. Hal penting yang membuat asesmen diagnosis perlu dilakukan adalah agar guru tidak salah memberikan treatment kepada murid. Di samping itu, dari hasil asesmen diagnosis guru akan mengetahui kebutuhan setiap murid sehingga bisa merancang program belajar yang efektif. Asesmen diagnosis merupakan asesmen untuk pembelajaran. Bisa dilaksanakan kapan saja, tidak mesti di awal tahun pelajaran. Bisa di awal semester atau di awal materi baru. Bagaimana caranya? Strategi untuk melakukan asesmen diagnosis tergantung tujuannya. Jadi, tentukan dulu tujuannya, baru memilih strategi yang tepat.  Asesmen diagnosis bisa dilakukan lewat kuis, pretest, game, wawancara, observasi, angket, dan lain-lain. Sekali lagi, stategi yang dipakai tergantung tujuannya. Bagi  pemimpin sekolah, asesmen diagnosis merupakan bekal untuk mengambil kebijakan yang tepat. Harapan, kondisi,  serta  kebutuhan murid dan orang tua terpetakan sehingga lebuh mudah dipahami. Di akhir obrolan, Bu Natalia menyampaikan supaya sekolah (guru) berani mencoba dan membuka komunikasi dengan orang tua.  Sedangkan Bu Susan menegaskan pentingnya dilakukan asesmen diagnosis untuk lebih memahami murid. Baca Juga: Siap AN, Siap Berubah? Nah, setelah mendapatkan paparan tentang strategi pemimpin merdeka belajar saat PJJ, inspirasi apa yang Anda dapatkan? Perubahan apa yang ingin Anda lakukan? Jurus jitu apa yang akan Anda tampilkan?  selalu bergerak: membuat dan mengusahakan perbaikan. Yuk! Ingin mengikuti program pelatihan kepemimpinan sekolah?Klik tombol di bawah ini!

Menggerakkan Perubahan Bersama Jaringan Sekolah Madrasah Belajar

Tidak bisa dipungkiri bahwa Kepala Sekolah turut merasakan dan harus bisa memberikan solusi yang bisa dipraktikkan, seperti jumlah murid yang berkurang akibat adanya pandemi karena anak-anak yang kurang memiliki fasilitas yang menunjang untuk pembelajaran jarak jauh, pada beberapa sekolah terutama di daerah dimana jumlah guru dan anak-anak yang tidak sepadan atau sebaliknya, bahkan tidak adanya dukungan dari masyarakat di lingkungan sehingga sekolah kurang dapat  berkembang secara maksimal. Seperti yang kita ketahui, di dalam keluarga ada yang namanya Kepala Keluarga, sekolah mempunyai Kepala Sekolah, yayasan mempunyai Ketua Yayasan, perusahaan mempunyai Direktur, dan sebutan lainnya sebagai seorang pemimpin pada suatu lembaga atau organisasi. Seorang pemimpin dapat mempengaruhi suatu proses yang berjalan dan menjadi pemberi contoh bagi para anggotanya untuk dapat mencapai tujuan suatu organisasi. Pemimpin harus memiliki standar kualitas yang tinggi sehingga pemimpin itu sendiri yang akan memberikan contoh yang baik secara langsung dan nyata kepada anggotanya. Pandangan seorang pemimpin yang visioner dan realistis dapat mengalirkan suatu program kerja yang mendukung anggotanya untuk bisa saling bekerjasama untuk berdaya dan berkarya bersama. Namun, tak dipungkiri bahwa di dalam suatu organisasi atau lembaga jika di dalam dunia pendidikan seperti sekolah mengalami beberapa hambatan atau tantangan yang dihadapi oleh seorang pemimpin, terutama yang berkaitan dengan komunikasi. Seorang pemimpin harus memiliki jaringan komunikasi yang luas untuk memudahkan para anggotanya yaitu guru untuk memahami tujuan yang akan dicapai. Pemimpin juga harus mampu mendengarkan dengan cara memberikan kesempatan secara bijaksana untuk memahami kebutuhan dan kesulitan yang dialami oleh guru di sekolah. Maju mundurnya kondisi sekolah dan tinggi rendahnya kualitas pendidikan tidak lepas dari peran seorang pemimpin yaitu Kepala Sekolah. Bisa dikatakan Kepala Sekolah adalah nahkoda kapal dalam perubahan di sekolah yang dipimpinnya. Banyak tanggung jawab yang dipikul oleh Kepala Sekolah, yang menjadikan perlu adanya dukungan yang diberikan secara riil dan berkelanjutan bahwa Kepala Sekolah tidak bekerja sendiri, tetapi bisa bekerja sama dan berkolaborasi dengan berbagai pihak yang menghasilkan dampak yang bisa dipraktikkan dan dibagikan secara luas. Bertepatan dengan Konferensi Tahunan yang diselenggarakan oleh Komunitas Guru Belajar dan Yayasan Guru Belajar yaitu #BelajarDiTPNVII diluncurkan jaringan dengan nama “Jaringan Sekolah Madrasah Belajar” (JSMB). JSMB ini akan menjadi organisasi untuk bisa mewujudkan cita dan tujuan guru dan orang tua untuk berkolaborasi secara langsung dalam mendidik anak-anak, memberikan dukungan dengan mengoptimalkan guru dan murid untuk mencapai kemerdekaan belajar yang sesungguhnya, cuplikan penjelasan Pak Bukik mengenai pentingnya Jaringan Sekolah Merdeka Belajar. Mengutip apa yang telah dikatakan oleh Ibu Najelaa Shihab bahwa “Kemerdekaan Belajar adalah pondasi yang perlu menjadi bagian dari kompetensi dari semua individu yang menyatakan sebagai pendidik, dan memiliki kompetensi untuk saling berkolaborasi”. Adanya Jaringan Sekolah Madrasah Belajar atau JSMB ini menjadi salah satu jembatan sekolah maupun madrasah untuk  melakukan perubahan pendidikan Indonesia dengan saling berkolaborasi dan bekerja sama. Sudah saatnya sekolah dan madrasah melakukan perubahan dengan menginisiasi, mengkonstruksikan program-program yang sudah berjalan secara konvensional selama bertahun-tahun bertransformasi menjadi program yang merdeka belajar melalui penggerak-penggerak, seperti pemimpin, guru dan orangtua. Sebagai tambahan #BelajarDiTPNVII Jaringan Sekolah Madrasah Belajar memiliki 3 tujuan utama yang telah dipaparkan oleh ketua JSMB secara langsung yaitu Bapak Muhammad Niamil Hida, yang pertama untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan di setiap lembaga; kedua mengembangkan kapasitas lembaga pendidikan beserta stakeholder; dan yang ketiga untuk meningkatkan jaringan-jaringan sekolah dan madrasah bisa saling berkolaborasi untuk perubahan pendidikan yang lebih berdampak terutama untuk murid-murid. Kegiatan Jaringan Sekolah Madrasah ini diharapkan menjadi jembatan untuk saling belajar,berdiskusi, bertukar pikiran, berkolaborasi termasuk para guru yang ingin mengembangkan karier sebagai pemimpin. Kegiatan JSMB dikembangkan dalam Obrolan Pemimpin Merdeka Belajar, pelatihan, pendampingan, serta kolaborasi yang diciptakan oleh jejaring yang ada pada Jaringan Sekolah Madrasah Belajar. Obrolan Pemimpin Merdeka Belajar (OPMB) sendiri sudah diadakan 26 kali obrolan secara live melalui kanal youtube Kampus Guru Cikal, OPMB ini merupakan sesi diskusi dengan para pemimpin yang membahas mengenai permasalahan yang dihadapi dan sharing mengenai praktik baik yang telah dilakukan di masing-masing lembaga atau sekolah yang dipimpin. Adanya Jaringan Sekolah Madrasah Belajar diharapkan dapat menunjang para pemimpin dan guru untuk berkontribusi secara aktif dengan mengembangkan program-program merdeka belajar baik di dalam lingkup lembaga atau secara luas. Sekolah maupun madrasah menjadi awal gerakan perubahan dimulai, dengan memberikan kesempatan para pemimpin, guru, orang tua dan murid menjadi bagian dalam perubahan pendidikan melalui proses pembelajaran yang berlangsung selama di sekolah maupun secara mandiri di rumah, karena dengan saling keterlibatan tersebut akan adanya kesiapan program-program yang mendukung merdeka belajar dan siap menghadapi tantangan secara bersama. Tidak perlu ragu-ragu lagi untuk Sekolah atau Madrasah yang ingin menggerakkan perubahan, karena sudah ada wadah yang bisa menjembatani, jadi masih tunggu apalagi? Oleh karena itu, Jaringan Sekolah Madrasah Belajar yang diinisiasi ini direalisasikan dan dimanfaatkan sebaik mungkin, tidak hanya sekolah tetapi madrasah juga akan memberikan kontribusinya, karena memiliki tujuan yang sama yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan menggerakkan perubahan pendidikan Indonesia menjadi lebih baik. Perubahan akan terjadi jika dilakukan secara kolaborasi, bukan berjalan sendiri-sendiri, perubahan yang dimulai dari pengembangan pada lingkup internal untuk dikembangkan secara eksternal melalui jaringan-jaringan yang sudah terbentuk. Kerja sama atau kolaborasi bisa diciptakan tidak hanya antar guru atau guru dengan pemimpin (kepala sekolah), tetapi kolaborasi bisa dilakukan dengan pihak diluar sekolah baik guru/pemimpin dari sekolah lain atau stakeholder sesuai dengan kompetensinya. Semakin banyak pihak yang terlibat menunjukkan tanda  suatu kemajuan   “Jadi untuk para pemimpin dan guru, bersiaplah menjadi bagian terpenting untuk berkolaborasi dan memberikan kontribusi terbaiknya melalui Jaringan Sekolah Madrasah Belajar”. Tunggu apalagi penggerak perubahan, jadilah bagian dari perubahan. Yuk bergabung bersama JSMB.Klik